Kamis, 04 September 2014

Sungai-Sungai yang Membelah

Dalam area hutan belantara Teton di taman nasional Bridger-Teton, Wyoming, Amerika Serikat, terletak sebuah sungai yang sangat biasa-biasa saja dengan fenomena hidrologi yang luar biasa.



Melalui pegunungan pembagi benua, sebuah sungai kecil atau Creek tiba-tiba terbagi menjadi dua sungai terpisah; satu mengalir ke sebelah kiri dan yang lain ke kanan. Setiap aliran terus bergabung dengan aliran sungai lain yang lebih besar dan lebih besar lagi dan akhirnya mencapai lautan. Aliran ke kiri, disebut Atlantik Creek, berjalan sejauh 5.613 km, bergabung dengan air sungai Mississippi dan berakhir di Samudera Atlantik. Aliran ke kanan, yang disebut Pacific Creek, menjelajah sejauh 2.177 km, bergabung dengan sungai Ular (snake river) dan sungai Columbia dan bermuara di Samudera Pasifik. Sungai kecil yang diberi nama Two Ocean Creek (Sungai Dua Samudera), adalah satu-satunya sungai di Amerika Serikat yang berakhir di dua samudera yang berbeda. Titik di mana bifurkasi terjadi atau "Percabangan Aliran Air", terletak tepat di atas Continental Divide (Pembagi Benua).

_____________________________________________________________________________________________________

Pembagi Benua Amerika (Continental Divide of the Americas; dikenal pula dengan sebutan Continental Gulf of Division, Great Divide, atau Continental Divide) adalah pembagi hidrologis Amerika yang sebagian besar rentangannya berupa pegunungan. Pembagi Benua membentang dari Selat Bering sampai Selat Magellan, dan memisahkan daerah aliran sungai yang bermuara di Samudra Pasifik dari:

(1) sistem sungai yang berakhir di Samudra Atlantik (termasuk sungai yang berakhir di Teluk Meksiko dan Laut Karibia, dan
(2) sistem sungai yang berakhir di Samudra Arktik bersama rentangan utara Pembagi Benua ini.

Peta pembagi hidrologis utama di Amerika Utara. Pembagi Benua berwarna biru terang

Meski ada banyak pembagi hidrologis di Amerika, Pembagi Besar adalah yang paling menonjol karena mengikuti alur puncak tinggi di sepanjang rangkaian utama Pegunungan Rocky dan Andes dan ketinggiannya lebih tinggi daripada pembagi hidrologis lainnya.

_____________________________________________________________________________________________________






Secara teknis, dimungkinkan bagi ikan-ikan untuk melakukan perjalanan air tawar sejauh hampir 10.000 km dari Samudra Pasifik ke Samudra Atlantik melalui Two Ocean Creek. Bahkan, diyakini bahwa ini adalah bagaimana ikan-ikan trout bermigrasi dari Snake River (pada drainase Pasifik) ke Yellowstone River (pada drainase Atlantik).

Situs ini menerima gelar sebagai Landmark Alami Nasional (National Natural Landmark) pada tahun 1965, dengan nama resmi Two Ocean Pass National Natural Landmark.



Sungai Wardo yang Membelah Biak
Di Indonesia, ada sebuah sungai yang membelah sebuah pulau. Dengan kata lain sungai tersebut bermuara di dua lautan. Sungai tersebut adalah sungai Wardo yang membelah pulau Biak.

Ya, Biak sebenarnya terdiri dari dua pulau., Yaitu Pulau Biak dan Pulau Supiori.


Pulau Supiori sungguh kontras dengan tetangganya Pulau Biak. Pulau ini lebih berkontur – lembah, bukit, cekungan, gundukan, rekahan. Jalan di pulau Biak terbilang datar-datar saja. Tapi jalan di Pulau Supiori bikin kendaraan tidak bisa dipacu lebih dari 40km/jam. Ditambah dengan punggung jalan yang banyak berlubang, berjalan pelan lebih disarankan.

Kondisi geologis Pulau Supiori membuat lebih banyak ditemukan mata air, air terjun, sungai dan hutan mangrove. Di sisi lain sementara untuk penduduknya, mereka masih kesulitan mencari air, namun bagi pengunjung, sunga-sungai di Pulau Supiori seolah memanggil-manggil untuk disusuri.

Pada zaman silam, Pulau Biak termasuk wilayah kekuasaan Kesultanan Tidore yang membaginya menjadi 9 distrik (uli siwa). Pada Perang Dunia II, lapangan terbang strategis milik Pasukan Imperial Jepang berada di sana sebagai pangkalan komando pada Perang Pasifik. Tentara Amerika Serikat kemudian menguasai pulau itu. Pada 29 Mei 1944, pertempuran antar-tank terjadi di Biak.

Biak menjadi milik Indonesia dari genggaman Belanda, bersama dengan Irian Jaya (Papua), tahun 1960-an. Pada tahun 2005, pemerintah Rusia berkomitmen untuk meluncurkan roket dan satelit dari Pulau Biak karena lokasi yang strategis serta berada tidak jauh dari lautan.

Sungai Wardo yang memisahkan Pulau Biak dan Pulau Supiori masih jadi perdebatan: sungai atau selat?


Baca Juga:






Source

Rabu, 03 September 2014

12 Misteri yang Membingungkan Ilmuwan

Ada banyak misteri yang belum terpecahkan di muka Bumi. Teka-teki yang tak bisa dijawab bahkan dengan kemajuan sains dan teknologi modern saat ini.

Seperti, patung-patung kuno raksasa yang bertebaran di Easter Island atau Pulau Paskah, buku dengan tulisan yang tak bisa dibaca, dan tak ketinggalan misteri 'kapal hantu' SS Ourang Medan yang karam di Selat Malaka.

Hingga saat ini, para ahli dan ilmuwan sedang mencari penjelasan rasional. Sementara itu, spekulasi terus bermunculan. Dari yang masuk akal hingga mistis. Dan Berikut 12 misteri paling aneh di dunia:




12. Patung Moai di Pulau Paskah

Easter Island, Pulau Paskah, sebuah daratan di selatan Samudera Pasifik, wilayah Chili, terkenal dengan deretan patung-patung batu besar (Moai) berusia lebih dari 400 tahun yang berbaris sepanjang garis pantai.

Satu patung, secara utuh, memiliki tinggi 69 kaki dengan berat 270 ton. Sedangkan di bagian yang menancap ke tanah dari beberapa patung memiliki kedalaman sekitar 50 kaki.

Siapa yang membangunnya dan bagaimana, terus jadi misteri. Sebagian orang bahkan menyatakan eksistensinya adalah bukti pengaruh alien atau mahluk ekstrateresterial.

Ada juga misteri lain berupa tulisan yang dikenal dengan Rongorongo, yang sampai saat ini belum dapat diuraikan oleh para ahli bahasa dari berbagai generasi. Selengkapnya baca disini: Pulau Paskah, Kerusakan Ekologi?




11. Harta Karun Konfederasi

Tahun 1865, Perang Saudara Amerika hampir berakhir. Saat tentara Uni berbaris menuju kemenangan, Menteri Keuangan Konfederasi George Trenholm melakukan upaya terakhir untuk melestarikan aset Selatan: dengan cara melikuidasinya.

Sementara kekayaan sesungguhnya -- emas, perak, permata, juga 4 ribu kilogram koin perak Meksiko -- dibawa Presiden Jefferson Davis dan anak buahnya. Namun, semua itu lenyap saat mereka ditangkap.

Puluhan teori telah diusulkan untuk menjelaskan misteri di balik harta yang hilang. Beberapa berpendapat bahwa emas itu didistribusikan ke pemilik perkebunan dan dikubur, menunggu hari ketika pihak Selatan akan bangkit.

Ada juga yang yakin perak-perak dikuburkan di Danville, Virginia, hingga hari ini.  Yang lain mengklaim bahwa dana tersebut dipercayakan dengan masyarakat rahasia yang disebut Knights of the Golden, sehingga mereka bisa membiayai perang saudara kedua di masa depan.




10. Gobekli Tepe

Gobekli Tepe adalah  tempat ibadah yang terletak 15 km sebelah timur laut kota Urfa di Turki tenggara.

Situs yang ada di puncak pegunungan terdiri dari lebih dari 200 pilar, tingginya lebih dari 20 kaki, beratnya lebih dari 20 ton, dan disusun dalam 20 lingkaran. Ada ukiran hewan predator di sejumlah pilar.  Kuil ini dianggap sebagai kuil tertua yang pernah ada di dunia.

Gobekli Tepe dibangun lebih dari 13.000 tahun yang lalu, 8.000 tahun lebih dulu dari Stonehenge. Diperkirakan dibangun oleh manusia pemburu dan peramu yang selama ini 'dituduh' tak punya sistem simbolik yang kompleks, hierarki sosial, dan pembagian kerja

Bagaimana  manusia neolitik yang nomaden berhasil mengatur pembagian kerja kerja untuk menyelesaikan situs ini? Mengapa itu dibangun? Masih jadi teka-teki.

Andrew Collins dalam bukunya Gobekli Tepe: Genesis Of The Gods beranggapan bahwa orang-orang yang ikut terlibat dalam pembangun Gobekli Tepe berasal dari budaya Swiderian.

Budaya Swiderian sangat maju termasuk di antaranya menguasai teknologi alat batu yang canggih berasal dari nenek moyang mereka. Nenek moyang Swiderian mungkin berasal dari Gravettian Timur yang berkembang antara tahun 30.000 hingga 19.000 SM yang saat ini dikenal sebagai Republik Ceko. Selengkapnya baca disini: Gobekli Tepe, Kuil Tertua?




9. Orang-orang Laut (Sea People)

Selama Zaman Perunggu akhir, peradaban berkembang pada tingkat yang mengesankan di Mediterania dan Aegea. Kerajaan-kerajaan lahir, aturan ditegakkan, teknologi canggih ditemukan.

Bangsa Mycenaea dan Minoa punya istana megah dan rumit di Yunani dan Kreta. Orang mendominasi wilayah luas di Turki, sementara orang Kanaan menguasai apa yang kini menjadi Israel, Lebanon, dan Yordania.

Namun di tahun-tahun sekitar 1200 SM, semua berubah. Semua peradaban itu bak tersapu dari peta. Mereka yang bertahan seakan mundur ke masa ribuan tahun silam: tak bisa menulis, kehilangan kemampuan seni, arsitektur, dan membuat gerabah.

Salah satu penyebabnya adalah 'Sea People' -- orang-orang laut. Digambarkan sebagai kelompok prajurit barbar yang hanya sedikit menguasai peradaban.

Hingga kini, sejarawan belum mengungkap dari mana mereka berasal, bagaimana bisa mereka meruntuhkan peradaban yang lebih maju dalam hal persenjataan dan teknologi, dan apa yang terjadi pada mereka setelah penaklukkan mereka akhirnya berakhir di Mesir. Identitas sejati mereka terus jadi misteri.




8.  Antikythera Mechanism

Mekanisme Antikythera adalah nama dari sebuah artefak yang ditemukan di sebuah kapal karam dekat Yunani pada tahun 1900.

Perangkat mirip komputer analog yang diperkirakan berasal dari kebudayaan Yunani yang berkembang sekitar tahun 100 SM itu digunakan untuk  menentukan benda-benda langit dengan mekanisme yang kompleks, menggunakan serangkaian roda gigi perunggu.

Mekanisme Antikythera berasal dari masa jauh sebelum manusia memiliki pemahaman modern tentang astronomi dan fisika. Artefak itu dibuat lebih dari 1.600 tahun sebelum Galileo lahir, dan lebih dari 1.700 tahun sebelum Isaac Newton terlahir ke dunia. Selengkapnya baca disini: Antikythera Mechanism




7. Harta Karun Pulau Oak

Kisah harta karun, manuskrip rahasia, dan jebakan. Tapi salah satu misteri harta yang paling abadi sepanjang masa datang dari sebuah pulau kecil di lepas pantai Nova Scotia, Kanada. Di Pulau Oak.

Pulau itu menjadi rumah dari 'Money Pit' atau 'lubang uang' -- berupa konstruksi rumit yang ditemukan remaja 16 tahun bernama Daniel MC Ginnis pada tahun 1795 yang diyakini berisi harta karun.

Beberapa percobaan untuk mengambil harta karun dari Pulau Oak selama 200 tahun pernah melongsorkan pulau ini dan membanjirinya dengan air laut.

Kritikus percaya bahwa sebenarnya tidak ada harta karun di dalam 'money pit', hanya sebuah lubang yang dalam.

Beberapa karya fiksi telah diluncurkan berdasarkan lubang uang itu, termasuk "The Money Pit Mystery", Riptide, dan The Hand of Robin Squires.

Pada tahun 2007, pulau ini berhasil masuk ke Maritime Museum of the Atlantic --yang menunjukkan banyak artifak dari bermacam-macam era pencarian harta karun.




6. Manuskrip Voynich

Sebuah naskah dari akhir Abad Pertengahan tersimpan di perpustakaan buku-buku langka di Yale University. Ditulis rapat, namun cermat, dilengkapi ilustrasi berwarna -- dari bunga bermahkota besar yang tak serupa dengan tanaman apapun di Bumi, sampai gambaran kosmologi dan astrologi. Ada lagi gambar aneh seperti perempuan-perempuan telanjang, dengan perut besar, berada dalam benda mirip tong atau seperti sedang mandi dalam wadah mirip kolam kecil. Entah apa maksudnya.

Namun, yang paling aneh dari naskah ini adalah, tak ada seorang pun yang memastikan, apa sebenarnya isinya. Huruf yang tertera di dalamnya adalah aksara `alien' yang membingungkan para ahli kriptologi, sejawaran, dan para pecinta buku selama berabad-abad. Tak ayal,  Manuskrip Voynich -- namanya-- dinobatkan sebagai buku paling misterius di muka Bumi.

Sejarah mencatat, buku itu diserahkan oleh para Yesuit Italia dari Villa Mondragone kepada Wilfrid Voynich, seorang pedagang buku antik di awal Abad ke-20, demi untuk membiayai renovasi lembaga pendidikan mereka. Kala itu pun tak ada yang memahami maksud  buku tersebut.

Voynich menerima daftar pemilik manuskrip itu yang mengesankan dari Abad ke-17. Ini salah satunya: "Naskah kuno itu milik Kaisar Jerman  Rudolph II  (1576-1612), yang membelinya seharga 600 dukat emas dan meyakini itu adalah karya Roger Bacon. Diduga Kaisar mendapatkannya dari peramal Inggris John Dee (1527-1608). Dan, Dee diyakini memiliki sejumlah manuskrip karya Bacon yang lain."

Seberapa keras apapun untuk menerjemahkan artinya, khususnya tentang keberadaan para perempuan tanpa busana, isinya masih jadi misteri hingga saat ini.

Bahkan, ada orang yang menduganya tipuan belaka alias hoax, dengan menuding buku itu buatan Voynich sendiri. Selengkapnya baca disini: Voynich Manuskrip




5. Sinyal WOW!

Pada malam musim panas 1977, Jerry Ehman, relawan Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI) merekam 'bukti' peradaban di luar Bumi.

Ehman yang sedang memidai gelombang radio dari luar angkasa akhirnya menemukan apa yang ia cari. Sinyal sepanjang 72 detik tersebut adalah yang terpanjang yang mampu ditangkap oleh perangkatnya. Diduga sinyal tersebut berasal dari tempat yang jaraknya 120 tahun cahaya dari Bumi, tepatnya di rasi Sagitarius dekat bintang bernama Tau Sagitarii.


Ehman menuliskan kata 'Wow!' pada cetakan asli sinyal tersebut sehingga sampai saat ini misteri tersebut dinamakan "misteri Sinyal Wow!". Para peneliti lain mencoba untuk mencari kembali sinyal tersebut, tetapi tidak pernah berhasil.




4. Identitas Asli Benjamin Kyle

Pada tahun 2004, seorang pria -- yang kini bernama  Benjaman Kyle -- terbangun di luar Burger King di Georgia, AS. Tanpa pakaian, kartu identitas, hilang ingatan.

Ia kemudian didiagnosis dengan retrograde amnesia, tidak dapat mengingat siapa dirinya. Tapi ini bukan penyakit lupa biasa, pemerintah dan aparat tak bisa mengungkap identitas aslinya.

Pada tahun 2007, FBI dilibatkan, itu pun tak berhasil. Ia menjadi  satu-satunya warga negara Amerika Serikat dalam sejarah yang dinyatakan hilang meski  keberadaannya diketahui.




3. Wabah 'Menari Liar' Tahun 1518

Jauh sebelum festival musik dan demam menari merebak, sebuah wabah aneh menyebar pada 1518: the dancing plague atau wabah menari. Terdengar fiksi, tapi ini nyata.

Pada musim panas tahun itu, di kota Strasbourg, seorang perempuan bernama Frau Troffea menari liar di jalanan. Siang berganti malam, hingga pagi menjelang, ia masih menari.

Dalam seminggu, 34 orang lainnya mengikuti gerakannya, menari sejadinya, mirip kesurupan, tanpa berhenti, entah kenapa.

Dalam waktu sebulan, jumlah penari meningkat hingga 400 orang. Tokoh-tokoh agama dipanggil untuk menyelesaikan masalah. Pun dengan dokter-dokter yang diminta mencari solusi.

Sementara itu, tarian makin bersemangat, makin liar. Sejumlah penari mulai sakit bahkan tewas akibat kelelahan, stroke, atau serangan jantung.

Banyak teori yang diajukan soal penyebab peristiwa aneh itu, termasuk keracunan, epilepsi, tifus, penyakit psikogenik massal, dan bahkan ritual ilmu hitam. Namun, hingga saat ini misteri itu belum juga terkuak.




2. Kapal Hantu SS Ourang Medan

Alkisah, pada Juni 1947, 2 kapal Amerika yang sedang berada di Selat Malaka, City of Baltimore dan Silver Star, mendapat pesan dari kapal Belanda, SS Ourang Medan.

Seorang operator yang ada di sana kematian kapten kapal dan seluruh krunya, dan akhirnya ia mengatakan.  "Aku hampir mati," kata dia mengakhiri komunikasi.

Ketika kru Silver Star berhasil menemukan Ourang Medan, kapal itu penuh dengan mayat  -- termasuk bangkai seekor anjing yang tergeletak di geladak. Semua dengan mata terbelalak. Ekspresi ketakutan dan teror membeku di wajah-wajah mereka yang tak lagi bernyawa.

Kru Silver Star juga menemukan jasad operator radio, dengan mata terbuka, tangannya masih ada di tombol pengirim morse. Anehnya, tidak ditemukan tanda-tanda luka atau cedera satu jasad pun. Awak Silver Star memutuskan untuk menarik Ourang Medan ke pelabuhan.

Namun, sebelum melaksanakan niatnya, asap muncul dari geladak. Mereka cepat-cepat kembali ke Silver Star, sebelum SS Ourang Medan meledak dan tenggelam dengan cepat.

Spekulasi bermunculan soal kejadian aneh yang menimpa Ourang Medan. Dari keracunan karbon monoksida, kargo berbahaya, sampai fenomena paranormal yang melibatkan UFO hingga makhluk halus.

Atau, jangan-jangan, itu hanya legenda. Sebab, meski referensi soal insiden Ourang Medan muncul di Proceedings of the Merchant Marine Council Mei 1952, juga dipublikasi oleh United States Coast Guard, pencarian dokumen resmi soal kapal itu tak membuahkan hasil.




1. Batu Baterai Kuno dari Baghdad

Saat ditemukan, Baghdad Battery -- batu baterai dari Baghdad -- dari masa lebih dari 2.000 tahun lalu, bikin bingung para arkeolog, juga ilmuwan.

Artefak yang ditemukan pada 1936, di sebuah makam kuno di luar Baghdad (Khujut Rabula), diduga diciptakan di wilayah Mesopotamia.

Bentuknya berupa pot tanah liat uang mengandung paku besi galvanis yang dibungkus lembaran tembaga. Para arkeolog berteori, cairan asam -- mungkin jeruk atau lemon -- yang ada di dalamnya digunakan untuk menghasilkan arus listrik di dalam tabung. Secara teoritis, itu memang baterai.

Jika benar demikian, pembuat artefak tersebut mendahului Alessandro Volta, penemu Italia yang menciptakan baterai pertama kali pada 1800 serta Michael Faraday (Inggris) menemukan induksi elektromagnetik dan hukum elektrolisis.

Terlepas dari benar tidaknya artefak tersebut digunakan sebagai baterai, untuk apa energi listrik yang dihasilkannya masih jadi misteri. Tak ada catatan historis yang menjelaskan soal itu.



Baca Juga:






Source:

Selasa, 02 September 2014

Mocona Falls - Air Terjun yang Sejajar Sungai

Iguazu Falls mungkin air terjun yang paling populer di Argentina, namun Air terjun Mocona (Mocona Falls) tetap menjadi air terjun yang paling unik di negara tersebut. Tidak seperti air terjun lainnya, dimana arus sungai dipotong melintang oleh beda ketinggian lanskap, sungai Mocona berjalan sepanjang sisi sungai dengan air tumpah dari sisi ke jurang. Dengan panjang 3 km, mungkin Mocona menjadi satu-satunya air terjun terpanjang di dunia yang sejajar dengan sungai, bukan tegak lurus arah arus.



Mocona Falls, juga dikenal sebagai Yucuma Falls, terletak di sungai Uruguay, di provinsi Misiones, Argentina, 337 kilometer dari kota Posadas dan 322 kilometer dari Iguazu Falls. Karena sungai Uruguay bertindak sebagai perbatasan alami antara Argentina dan Brazil, fitur geologi unik ini dibagi oleh kedua negara. Nama mocona berarti "menelan segala sesuatu" dalam bahasa Guarani dan digunakan terutama di Argentina. Yucuma berarti "musim gugur besar" dan sangat populer di Brasil.

Sebuah fitur yang tidak biasa dari Sungai Uruguay adalah adanya ngarai atau parit terendam di bagian bawah aluran sungai. Ngarai, yang diyakini telah terbentuk selama Zaman Es, ketika iklim lebih kering dan sungai agak surut dan menyempit, hingga 100 meter dan 15 - 30% dari lebar sungai. Ngarai pun terlihat di dua tempat, salah satunya adalah mocona Falls.


Air terjun itu sendiri tidak terlihat selama 150 hari dalam setahun ketika sungai penuh. Selama periode ini, air terjun menjadi lebih seperti jeram. Ketika permukaan air menjadi rendah dan berada di bawah tepi ngarai, air mulai tumpah ke ngarai yang sekarang terbuka, dan air terjun Mocona terbentuk. Tergantung pada volume air yang dibawa oleh Sungai Uruguay, ketinggian air terjun bervariasi dari lima sampai tujuh meter. Lebar air terjun juga bergantung volume air berkisar antara 1.800 meter dan 3.000 meter.

Wilayah di mana air terjun mocona berada dianggap sebagai Taman Provinsi yang meliputi Yabotí Biosphere Reserve. Pondok-pondok yang tak terhitung jumlahnya telah menetap di daerah yang menawarkan akomodasi bagi pengunjung untuk mencari kegiatan air seperti perahu karet arung jeram, wisata kano, kayak dan safari di sepanjang sungai dan anak sungai di sekitar lahan basah ini.









Baca Juga:






 Source

Pulau Kotoran Burung

Grassholm adalah sebuah pulau kecil tak berpenghuni, yang terletak 13 kilometer di lepas pantai barat daya Pembrokeshire di Wales. Pulau kecil ini adalah rumah bagi salah satu koloni terbesar Burung Gannet. Selama musim kawin, dari bulan April sampai September, sekitar 39.000 pasang burung gannet, atau 10% dari populasi gannet dunia, bersarang di sisi utara pulau. Akibatnya, sisi pulau tersebut ditutupi dengan lapisan tebal kotoran burung, juga dikenal sebagai guano, memberikan pulau karakteristik warna putih. Dari kejauhan, pulau ini terlihat sangat mirip kue di tengah samudra dengan gula/krim putih di atasnya. Semakin dekat  ke pulau maka baunya semakin tak tertahankan.


Warna putih di pulau yang dilihat dari atas ini, bukanlah salju atau batu kapur. Ini adalah burung-burung ganet dan kotoran mereka.

Pulau Grassholm terdiri dari basalt, atau batuan beku vulkanik. Diyakini bahwa pulau ini pernah menjadi bagian dari pulau Skomer sebelum lepas selama Zaman Es terakhir.

Selama akhir abad ke-16 burung-burung Puffin menghuni pulau tersebut dalam jumlah puluhan ribu, namun, sekarang tidak ada. Kondisi tanah saat ini tidak mendukung liang burung Puffin membuat sarang, yang mungkin menjadi sebab mengapa mereka pindah ke kepulauan Skomer dan kepulauan Skokholm. Burung-burung Gannets sekarang telah menjajah pulau Grassholm dalam jumlah besar, mungkin datang dari pulau Lundy dimana mereka terganggu. Grassholm hanya seluas 9 hektar dan ada setidaknya 80.000 Gannets ditambah anak-anaknya, serta koloni kecil Guillemots, razorbills, Kittiwakes dan Shags.


Para gannets pertama kali diketahui ada di pulau itu pada tahun 1860 dan pada tahun 1872, dari 12 pasang dan terus berkembang biak di sana. Pada tahun 1890-an ada 200 ekor atau lebih dan pada tahun 1905, Cardiff Naturalists Society  mencatat 300 pasang. Populasi Gannet telah terus meningkat sejak itu.

Burung-burung gannet tinggal dalam jarak yang sangat dekat satu sama lain dan telah berevolusi serangkaian pesan vokal dan postural. Selalu ada ribuan gannets di udara di atas sekitar pulau untuk melakukan terjun, menyelam, menangkap ikan dari semua sudut dan dari tempat yang sangat tinggi. Hiruk-pikuk suara yang mereka buat memekakkan telinga.

Menariknya, guano yang telah membunuh kasur rumput di pulau ini memperlihatkan sisa-sisa permukiman dari Zaman Besi dan periode abad pertengahan awal.










Baca Juga:






Source

Senin, 01 September 2014

Ikan yang Meludahkan "Api"

Salah satu sifat yang paling mempesona yang terjadi di bawah air, bioluminescence, telah terekam kamera kru film BBC dan diketahui sebagai bentuk pertahanan diri Ostracoda.


Ostracoda

Ostracoda adalah kelas dari anggota hewan tak bertulang belakang yang termasuk dalam filum Arthropoda, subfilum Crustacea.  Hewan ini umumnya berukuran sekitar 1 mm, tapi kisarannya mulai dari 0,2 – 30 mm. hewan ini hidup di laut sebagai zooplankton. Alat geraknya berupa antena. Ostracoda hidup sebagai zooplankton, tetapi sebagian besar hidup sebagai bentos yang melekat di dasar perairan. Anggota Ostracoda yang sudah dikenal kurang lebih 200 jenis.


Ostracoda juga dapat mengeluarkan cahaya ketika mereka terganggu. Mereka menghasilkan bahan kimia luciferin dan luciferase, yang memancarkan cahaya bila dicampur bersama-sama. Proses ini disebut bioluminescence, sebuah adaptasi yang memungkinkan hewan menjadi terlihat dalam kegelapan laut dalam.

Untuk menunjukkan mengapa organisme ini mampu menghasilkan cahaya, ostracoda dimasukkan ke dalam tangki berisi ikan kardinal, yang makanannya adalah plankton.


Ketika ostracoda ditelan, ia memancarkan ledakan cahaya, membuat ikan kardinal meludahkannya.

Fisikawan dan presenter BBC Helen Czerski mengatakan: "Ini seperti ikan kembang api kecil."

Ostracoda menggunakan bioluminescence untuk menerangi ketika terancam - cahaya menghalangi predator seperti ikan kardinal karena mereka tidak ingin terlihat oleh hewan lain, predator yang lebih besar.

"Kilau yang menyilaukan mereka bertindak seperti lampu keamanan," tambah Dr Czerski.

Kebanyakan bioluminescence laut berwarna biru, warna pada spektrum cahaya tampak yang mampu melakukan perjalanan terjauh melalui air. Di laut dalam itu adalah satu-satunya cahaya yang ada.


Dan menurut Dr Czerski, kegelapan di kedalaman laut juga menjadi alasan mengapa mata terbesar di dunia telah berkembang di sana. Mata cumi-cumi raksasa adalah seukuran kepala manusia dan mampu mendeteksi cahaya samar bioluminescence ratusan meter di bawah permukaan laut.

Kemampuan itu melindunginya dari predatornya, yaitu paus sperma, yang membuat organisme bioluminescent memproduksi cahaya saat paus bergerak mendekat.

"Mata besar Cumi-cumi raksasa memungkinkan untuk mengintip lebih jauh dalam kegelapan dan mendeteksi jejak cahaya bercahaya biru yang timbul saat paus sperma mendekat. Mata spektakuler ini yang telah memungkinkan mereka untuk bertahan hidup di dunia yang gelap gulita tersebut," kata Dr Czerski.


Baca Juga:





Source

Batu Bunga Sakura

Di kota Jepang Kameoka, yang terletak tepat di atas pegunungan barat kota Kyoto, keanehan geologi menarik ditemukan. Batu-batu kecil berbentuk subhexagonal dari mika muskovit halus yang berlabuh pada jenis batuan metamorf yang disebut hornfels. Ketika retak terbuka, penampang lintang internal mereka terlihat seperti bunga kecil berwarna merah mudah - keemasan. Mereka disebut "Batu Bunga Sakura", karena kemiripannya dengan bunga yang dihormati di Jepang dan salah satu ikon yang paling dikenal dari negara.



Pola bunga ini tidak selalu terbuat dari mika. Mereka mulai keberadaan mereka sebagai matriks kompleks dari deposit kristal yang mengandung magnesium besi-aluminium berbentuk prisma segi enam yang disebut cordierite, sedangkan yang meluas keluar dari kristal tengah berbentuk dumbbell tunggal terbuat dari komposit magnesium-aluminium silikat disebut indialite. "

Batu bunga sakura berlabuh dalam matriks hornfels, butiran-butiran halus, kontak dengan batuan metamorf terbentuk di bawah tanah sekitar 100 juta tahun yang lalu oleh panas lava cair yang intens. Massa cordierite-indialite subhexagonal di hornfels terdiri dari tujuh individu kristal. Di tengah setiap massa adalah kristal indialite berbentuk dumbbell. Disekitar kristal indialite adalah kristal cordierite berbentuk prisma segi enam.


Massa cordierite-indialite megalami metamorf kedua ketika mereka terkena jenis air panas yang disebut cairan hidrotermal. Cairan ini mengubah komposisi kimia dari mineral di dalam batu bunga sakura, menyebabkan mika menggantikan inklusi cordierite-indialite.

Karena mereka harus menjalani dua jenis metamorfosis yang intens dan sangat spesifik untuk terbentuk, maka batu bunga sakura ini sangat langka, dan hanya ditemukan di Jepang tengah.

Batu bunga sakura yang menjalani penggantian lengkap mineral internal mereka selama hidup geologi mereka, bagian dalam mereka begitu halus sehingga mereka dapat dengan mudah patah di tengah atau hancur antara jari seseorang. Untuk menjaga keindahan pola mika halus mereka, penduduk setempat melapisi mereka dengan larutan lem kayu dicampur dengan air untuk menjaga keutuhannya.








Source:

Spruce Creek - Dimana Hampir Setiap Rumah Memiliki 'Garasi' Pesawat

Spruce Creek, di Northeast Florida, beberapa mil di selatan dari Daytona Beach, adalah salah satu komunitas perumahan paling unik di dunia. Dikenal sebagai Perumahan Taman Udara (airpark) atau Komunitas Peerbangan, Spruce Creek terdiri dari 5.000 warga, 1.300 rumah dan 700 hangar, yang memiliki akses langsung ke sebuah landasan pacu yang unik yang berada ditengah area perumahan tersebut. Ya, Alih-alih garasi, kebanyakan rumah di Spruce Creek memiliki hangar.



Di Spruce Creek juga ada lapangan golf 18 holes, beberapa klub terbang, pesawat sewa dan pelatihan penerbangan, dan 24-jam patroli keamanan. Bagi mereka yang roda kehidupanya berputar di sekitar pesawat, Spruce Creek adalah surga.


Penduduk paling terkenal Spruce Creek adalah aktor Amerika sekaligus pilot, John Travolta yang tinggal di Airpark tersebut selama bertahun-tahun. Travolta pernah diusir dari sana, sampai batas tertentu, berdasarkan keluhan dari warga yang membenci kebisingan yang luar biasa yang dihasilkan oleh Boeing 707 miliknya,  bekas Quatas Airline yang sebelumnya dimiliki oleh Frank Sinatra, dan sebagian karena bobot 250.000 pound pesawat tersebut terlalu besar untuk landasan pacu Spruce Creek. Sebelumnya Travolta juga digugat oleh warga untuk menghentikannya mengendarai pesawat jet Gulfstream II di landasan pacu.

Rumah John Travolta
Selain sesekali terlihat sebuah Boeing, pesawat Spruce Creek terdiri dari koleksi menakjubkan dari Cessna dan Pipers, P-51 Mustang, beberapa L-39 Albatros, Eclipse 500, Fouga Magister Perancis dan bahkan sebuah jet tempur MiG-15 Rusia. Selain semua pesawat dan mobil golf, Anda akan melihat Lamborghini, Corvette, sepeda motor dari setiap deskripsi dan bahkan Porsche GT2.

Sebagian besar profesi penduduk yang menghuni Spruce Creek adalah pilot profesional, bahkan dalam kehidupan sehari-hari tak jarang mereka berbicara dengan istilah-istilah penerbangan. Selain pilot, sebagian penduduk lainnya berprofesi sebagai dokter, pengacara dan lain sebagainya. Tapi jangan salah, meskipun sebagian dari mereka bukan pilot, namun mereka semua yang tinggal disana adalah penggila penerbangan.

Pemandangan pagi hari di akhir pekan disana terlihat unik, karena menerbangkan pesawat untuk beli sarapan sudah jadi hal biasa. Setiap Sabtu pagi, beberapa dari mereka akan berkumpul di samping landasan pacu, take off dalam tiga kelompo dan terbang ke salah satu bandara lokal untuk sarapan - tradisi yang mereka sebut "Saturday Morning Gaggle".


Tapi Spruce Creek bukan satu-satunya perumahan Taman Udara di Amerika. Konsep perumahan penerbang pribadi dikembangkan setelah Perang Dunia II karena Amerika memiliki terlalu banyak pilot dari 34 ribu orang pada tahun 1939 menjadi 400 ribu pada tahun 1946. Akhirnya pemerintah membuka lahan pemukiman di seluruh negeri yang mengakomodasi kemampuan penerbangan mereka.

Hingga kini Amerika Serikat memiliki 600 komunitas warga penerbang dengan yang paling banyak di Arizona, Colorado, Florida, Texas serta Washington. Spruce Creek merupakan yang terbesar. Komunitas unik seperti ini semakin berkembang di luar negeri seperti Kanada, Afrika Selatan dan Kosta Rika.  

Konsep pertama yang dikembangkan setelah Perang Dunia II, jangka waktu ketika Amerika Serikat memiliki surplus yang luar biasa dari kedua lapangan udara dan pilot, yang diciptakan oleh perang, yang populasinya membengkak dari kurang dari 34.000 pada tahun 1939 menjadi lebih dari 400.000 oleh  Dalam rangka untuk merumahkan pilot-pilot militer non aktif yang tak terhitung jumlahnya di seluruh amerika maka, Sipil Aeronautics Administration mengusulkan pembangunan 6.000 perumahan taman udara di seluruh negeri. Meskipun angka 6000 tersebut tidak pernah terpenuhi, proposal awal telah menghasilkan momentum yang cukup untuk membuka jalan bagi minat dan investasi dalam membangun jaringan yang besar dari komunitas penerbangan

Saat ini, ada lebih dari 600 komunitas penerbangan di Amerika Serikat, dengan konsentrasi terbesar di Arizona, Colorado, Florida, Texas dan Washington. Spruce Creek adalah komunitas penerbangan terbesar. Gaya hidup penerbangan bahkan telah menyebar secara internasional ke Kanada, Afrika Selatan dan Kosta Rika.







Baca Juga:





Source: